Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

Ronsen Lanjutan

Hari ini, gw ke rumah sakit buat ronsen lanjutan, pengen tau gimana kondisi tulang gw yang terkena insiden patah empat bulan lalu. Hari ini juga pertama kalinya gw berani bawa motor dengan jarak yang lumayan jauh, dari rumah ke bengkel di daerah talang banjar dan lanjut ke Rs. DKT, rada kaku (jelas), rasa takutpun ada :)

Sampai
di Rs, nanya ruang ronsen ke perawat di IGD, bolak-balik keruang ronsen tapi sepi, kembali ke meja resepsionist, balik lagi keruang ronsen sampai akhirnya seorang mbak-mbak ngasih tau kalo harus ada surat pengantarnya dulu, yach.. akhirnya balik lagi ke tempat suster-suster tadi.

Setelah surat pengantar didapat, mulai ngurus biaya administrasi lagi-lagi musti bolak-balik keruang ronsen (padahal kaki dah pegel :( ) Adm kelar, ronsen dimulai

ngak lama nunggu, hasil ronsen sudah jadi. Ternyata beginilah adanya

kondisi sudah menyatu namun tak sempurna


terlihat jelas, tulangnya miring

ronsen 4 bulan yang lalu

Sedih, sudah tentu ;-(
menyadari bahwa "yach, inilah jalan yang Tuhan berikan untuk gw, Setidaknya Tuhan masih berbaik hati, memberikan gw kesempatan untuk bisa berjalan kembali, dan sekilas pandang tidak terlalu terlihat engkau cacat"


Patah itu seperti kaca, Walau bisa direkatkan kembali
namun tetap terlihat tak sempurna


Tuhan, Kuatkanlah aku dalam merangkai cerita-cerita selanjutnya remember that "life is a mistery and i gonna make history"


Kamis, 24 November 2011

Mem-BUDAYAKAN- 3 kata Ajaib


Karna beberapa hari ini lagi demen MALEM-MALEM dengerin streaming radio trax fm di blog asuhan OM gun, dan akhirnya terdampar disini, bermanfaat banget. TIGA kata AJAIB, yang dulu sewaktu masa gue kecil sering banget diajarin sama datok dan nenek, "Kak, kalo dikasih sesuatu bilang Terimakasih" atau "kak, kalo minta sesuatu pake kata TOLONG" dan kalo lagi jalan didepan orang yang lebih tua, musti bilang "PERMISI atau Maaf". Kalo sekarang, mungkin cuma sedikit yang ngajarin anaknya untuk mengucapkan tiga kalimat sopan-santun kayak gitu. Kita hidup saling berinteraksi satu sama lain, sering kali kita lupa pada hal-hal yang kecil dan dianggap sepele, padahal sebenarnya sangat penting, seperti tiga kata tadi "Maaf, Terimaksih, dan Tolong" Gimana kalo mulai saat ini kita membiasakan untuk membudayakannya dalam keseharian kita? sesuatu yang bermanfaat dan tidak berat kann (?) yuk, kalo ngak mulai dari sekarang, kapan lagi. lets Take ACTION

Sabtu, 19 November 2011

Ibu

Kesalahan dahulu terjawab sudah,
Semakin beranjak kesini, aku semakin mengerti
Betapa kau mencintaiku
Dan betapa aku mencintaimu

Bersamamu walaupun tidak bersamamu,
Aku akan tetap kuat, namun
Jika aku bersama dirimu, aku merasa BAHAGIA

Ibu,

Aku tidak ingin menjadi anak yang paling ibu banggakan,
Aku hanya ingin menjadi anak yang mencintaimu setulus hati,

Selasa, 04 Oktober 2011

Jeremy Teti " Tampil Beda"

Siapa yang nggak kenal dengan Jeremy Teti? yang kini dikenal sebagai Pembawa acara berita Liputan 6 (malam) dengan aksen bicaranya yang unik dengan "salam SCTV" lalu "berikut liputannyaa" yang khas ketika membawakan program berita Liputan 6 Malam, membuat gue yang salah satu pemirsa ketawa ngakak nggak percaya pertama kali ngeliat dia bawa berita malam itu. Beliau menyampaikan berita dengan gaya cenderung santai dan tidak konvensional seperti presenter lainnya.

Jeremy Teti termasuk senior di program Liputan 6, dulu dia membawakan acara Liputan 6 pagi (dan gaya bicaranya ngak seperti itu walau suaranya tetap khas seperti dulu) Beliau yang sudah bekerja selama 17 tahun, dan sekarang dia menjabat produser, coordinator presenter dan wardrobe and make up program Liputan 6 dan Buser.

Pria asal Atambua, kelahiran 31a maret 1968 ini mengungkapkan bahwa aksen "salam SCTV" yang khas itu berawal dari sebuah "Iseng" salah satu presenter menyarankan agar JT mematenkan gaya closing yang seperti itu. Ketika itu dia sempat takut pada atasannya, namun syukurlah Atasan nggak marah karna keberanian dan keisengannya mengubah gaya penyampaian berita.



Kini JT tampil dengan gaya yang khas di Liputan 6 Malamnya. Dikutip dari detik.com dia mengutarakan "

bersyukur dengan ciri khasnya membawakan berita seperti sekarang. Baginya, dunia televisi memang menuntut untuk selalu kreatif. Sebagai presenter ia pun harus punya ciri tersendiri, yang bisa dijual ke masyarakat.

“Kalau flat-flat aja ya orang bakalan pindah saluran. Kalau presenter cantik dan seksi kan enak, udah biasa dan gampang jualannya. Nah, gue apa yang bisa dijual? Udah jelek, tuir (tua) pula, apa yang bisa dijual lagi?” kelakarnya.


Bila gaya bicara yang cenderung santai dan tidak konvensional seperti presenter umumnya membawakan berita itu dimaksudkan sebagai untuk menghibur penonton, maka Jeremy boleh dibilang berhasil. Ia pun menyodorkan bukti dari hasil survei.

Menurut pria yang gemar bermain tenis itu, dari survei yang dilakukan, penonton Liputan 6 Malam lebih didominasi kalangan wanita usia 20 hingga 40 tahun dan "bermasalah". Bermasalah? Ya, misalnya insomnia, masalah kantor, keluarga dan sebagainya.

"Para perempuan 'bermasalah' kan susah tidur kalau malam hari. Nah, yang sibuk online, nelepon, chatting atau ngapain aja, ya gue sapa semua, supaya mereka merasa ditegur,” ujarnya.


Banyak yang senang, namun ada pula yang mencemooh gaya Jeremy membawakan berita yang dianggap "lebai" seperti membawakan acara infotainment. Namun ia maklum, dan menganggap itu sudah risiko pekerjaannya.

"Ya itu risiko profesilah ya, harus sabar. Ada orang yang suka sama kita ada juga yang nggak. Ya udah nikmatin aja,” komentarnya santai.


kesimpulan yang dapat diambil dari artikel kisah Jeremy Teti adalah

Tampil beda itu orisinil. Daripada memaksa diri mengikuti karakter orang.. Keep up the good work

(salah satu komentar yang bijak yang gue ambil dr yang ngomen di detik.com)

Minggu, 29 Mei 2011

Jangan menyerah still optimise

Sediakan tiga buah panci berisi air lalu letakkan di atas tungku/kompor. Setelah itu masukan beberapa Wortel ke panci pertama, lalu Telur di panci yang kedua, dan serbuk Kopi/ kopi bubuk di panci yang ke tiga. Kemudian panaskan ketiga panci berisi air yang sudah diisi dengan Wortel, Telur, Kopi bubuk tadi selama 15 Menit.

Setelah 15 menit angkatlah lah benda yang ada didalam panci tadi. Kemudian lihatlah apa yang terjadi.
Wortel yang tadinya keras setelah dipanaskan selama 15 menit menjadi lembek

Telur yang tadinya lembut setelah dipanaskan menjadi keras. Sedangkan Kopi tetap Kopi, namun justru memberikan keharuman dan warna pada air didalam panci tersebut.

Apa maksud dari percobaan tersebut? Kita dapat mengambil pelajaran dari percobaan tadi.
Anggaplah Panci dan Air yang dipanaskan tadi merupakan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Sementara ketiga benda yang dimasukan kedalam panci itu mealambangkan sikap mental kita setelah menghadapi masalah-masalah tersebut.

Wortel, melambangkan seorang yang tadinya tegas dan teguh dalam pendirian serta nilai-nilai hidup. Selalu berusaha jujur dan siap bekerja keras, namun setelah menghadapi permasalahan hidup, tekanan lingkungan maupun keluarga yang morat-marit membuat dia memiliki mental yang lemah, tidak berani mengambil keputusan sehingga konsep dirinya berubah.


Telur, Melambangkan orang yang tadinya lemah lembut, mengeri perasaan orang lain, memiliki hati yang mau melayani, namun karna diterpa permasalahan besar dan bertubi-tubi, membuat diaa menjadi mudah tersinggung, egois, dan keras kepala.

Kopi melambangkan eksistensi diri yang tidak berubah sekalipun beban permasalah menghimpit dan menekan sedemikian rupa. Setelah masuk kedalam "dapur penderitaan", yang
bersangkutan justru mampu memberi warna dan keharuman bagi lingkungannya. Dia tidak mengeluh dengan permasalahan yang dihadapi, tidak menggerutu, apatis, sekalipun persoalan tersebut sangat berat, Dia tetap optimis, bahkan membagi pengalamannya keorang lain agar tidak mengalami hal yang serupa dengannya.



Setiap orang pasti mengalami permasalahan, dan beban hidup yang silih berganti, baik dalam urusan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan pribadi. Ada orang yang menghadapi pergumulan hidup malah di kendalikan permasalahannya sendiri, akan tetapi ada juga ayang bersyukur dengan permasalahan yang muncul, sebab menurutnya justru karna permasalahan itualah dia dapat mengeluarkan potensi diri yang sesungguhnya.


Mau jadi Wortel, Telur, Atau Kopi semuanya tergantung dari mana kita merespon permasalahan yang sedang dihadapi saat ini.





diambil dari : Buku Setengah Isi Setengah Kosong

Sabtu, 26 Maret 2011

4 tanda apakah kita musti resign ato bertahan

4 Tanda Anda Perlu 'Resign' dari Kantor

Wanita karier (Foto: Corbis)

KETIKA Anda tak menemukan kecocokan dengan lingkungan atau Anda merasakan ganjalan pada beban kerja yang menjadi job desk di kantor, keputusan resign bisa menjadi pilihan. Selebihnya, tanda-tanda apa saja yang mengharuskan Anda mengambil keputusan berat ini.

Berikut ini ulasan dari Idiva yang bisa menjadi pertimbangan Anda saat harus berhenti dari tempat pekerjaan:

Gaji rendah

Beban kerja Anda terus meningkat, namun gaji yang ditawarkan tak kunjung ada kenaikan. Jelas hal ini bukan alasan yang baik untuk tetap bertahan pada posisi Anda saat ini.

“Jika Anda menemukan pekerjaan yang tidak sepadan dengan penghasilan Anda, saatnya untuk mencari pekerjaan lain,” kata Radhika Goswami, konsultan SDM.

Tidak menemukan kepuasan

Kepuasan kerja akan memengaruhi motivasi Anda sehingga ketika kepuasan kerja tidak Anda rasakan maka imbasnya akan berakibat buruk pada kinerja Anda. Jangan menunggunya terlalu lama. Jika pekerjaan Anda memang tidak menarik dan Anda tidak menemukan kepuasan di dalamnya, apa lagi yang mesti Anda pertahankan.

Diskriminasi

Ada beberapa kasus yang berkembang di lapangan bahwa wanita tidak diperbolehkan menduduki posisi tertentu,” ujar Goswami. Jika Anda mengalami hal tersebut dan merasa bahwa kemajuan Anda terhalang karena usia, latar belakang atau jenis kelamin, jangan ragu untuk mengubah pekerjaan Anda.

Atasan/kolega yang buruk

Bekerja dengan orang yang tidak profesional akan menyulitkan Anda sendiri. Apalagi jika atasan Anda pun tidak benar-benar kompeten. Nah, jika Anda merasa sudah tidak dapat bekerja sama lagi dengan atasan atau rekan kerja Anda saat ini, sudah saatnya Anda pindah kerja ke perusahaan lain. Tim yang baik dan solid, serta lingkungan kerja yang kondusif akan membuat Anda bekerja dengan produktif.

Di luar hal tersebut, satu-satunya hal yang membuat Anda bertahan dan kembali pada pekerjaan tersebut adalah adanya tawaran yang lebih baik dari bos Anda. Selebihnya, keputusan tentu terpulang lagi pada Anda masing-masing. Tetap bertahan atau menjalani peluang lain di tempat yang berbeda, Anda-lah yang lebih tahu alasannya.

by: okezone

Kamis, 23 Desember 2010

TERNYATA penyakit itu Asal Muasalnya dari Diri Kita sendiri

  • segala macam penyakit yang datang, sebenarnya disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri / berasal dari diri manusia itu sendiri.
itu beberapa kalimat yang gw copypaste dari salah satu blog, Gw yang notabenenya Orang yang gampang marah, kadang ngambekan juga, kayaknya harus segera mengurangi sifat ini, coba aca baca beberapa uraian ini :

Berikut ini rangkuman berbagai macam penyakit yang sering dikonsultasikan di Bengkel Hati Ustad Danu oleh para jamaah :

Sakit lever, peradangan hati, kanker hati
Penyebab:
Menurut Ustad Danu, orang tersebut biasanya pendiam, mudah jengkel terhadap orang lain, menyimpan perasaan dongkol di dalam hati, cenderung mempunyai sifat yang sangat kaku, mempunyai dendam yang masih tersimpan.
Solusinya:
harus merubah sikap menjadi lebih baik, hilangkan dendam terlebih dahulu, berusaha memaafkan orang-orang yang berbuat kesalahan padanya, dengan memaafkan, maka hati akan menjadi lebih lembut, terhindar dari perasaan dendam dan dengki yang merusak.
Sakit pada lambung, sakit maag
Penyebab :
biasanya disebabkan oleh sikap yang sering / cenderung emosional, sikap yang terlalu kaku atau gampang marah, memendam marah / jengkel di keluarga.
Solusinya :
mencoba untuk lebih sabar dalam bersikap, santai dalam menghadapi setiap persoalan, belajar mau mendengarkan nasihat dengan baik serta tidak merasa benar sendiri.
Asam urat
Penyebab :
mempunyai masalah komunikasi dengan keluarga, tidak luwes dalam keluarga, cenderung memaksakan kehendaknya.
Solusinya :
merubah sikap menjadi lebih baik, merubah cara bicara menjadi lebih santai dan rileks.

Sakit telinga (telinga berdengung, telinga tidak bisa mendengar)
Penyebab :
biasanya disebabkan oleh sikap sering marah-marah / emosional apabila mendengarkan kata-kata yang tidak cocok / tidak enak (mudah tersinggung), kalau dinasihati suka menolak, dinasihati kebaikan tidak mau mendengarkan (tidak mau mendengar nasihat orang lain).
Solusinya :
mendengarkan nasihat dari orang lain secara baik dan tidak mengabaikan, jangan mudah tersinggung apabila ada perbedaan dengan orang lain.

Diabetes
Penyebab :
disebabkan oleh sikap sering memaksakan kehendak kepada orang lain, menganggap pendapatnya yang paling benar dan harus diikuti (egoisme), suka mengatur, selalu merasa nasihatnya yang paling benar.
Solusinya :
merubah sikap menjadi lebih baik, jika menginginkan sesuatu.. cobalah meminta tolong dengan lemah lembut dan tidak kaku, jangan bersikap memaksa, cobalah untuk bisa menerima pendapat dari orang lain.

Asma / sesak nafas
Penyebab :
biasanya disebabkan oleh amarah yang dipendam, sering menahan marah / emosi, emosi yang tertekan dan tertutup, memendam perasaan jengkel / kesal yang begitu lama pada seseorang.
Solusinya :
tidak memendam amarah, namun juga tidak mengumbar amarah, tetapi meyelesaikan permasalahan, melepaskan perasaan jengkel / kesal dari dalam pikiran, merubah sikap menjadi lebih terbuka.

Pusing-Pusing / Migrain
Penyebab :
biasanya disebabkan oleh sikap : sering berpikir terlalu berat, banyak pikiran, sering merasa curiga, sering berpikir negatif, merasa pendapatnya benar sendiri, kalau menyuruh orang lain dengan marah.
Solusinya :
merubah sikap menjadi lebih baik, lebih sabar, selalu berpikir positif dan berbaik sangka kepada orang lain.

Anak menderita sakit
Penyebab :
Menurut Ustad Danu apabila ada anak kecil yang belum akil baligh menderita sakit, biasanya disebabkan oleh sikap, tingkah laku dan akhlak orang tuanya yang salah (disebabkan oleh dosa orang tuanya).
Misalnya : orang tua sering emosional / marah-marah, sering bertengkar, bersikap putus asa, bersikap kaku / keras kepala, mau menang sendiri, ada perasaan jengkel / dongkol yang dipendam.
Sehingga Allah memberi peringatan dan teguran berupa sakit pada anaknya.
Solusinya :
merubah sikap menjadi lebih baik, saling memaafkan antara suami & istri, saling memahami satu sama lain, selalu berpikir positif, mengendalikan emosi, menjaga lisan, jangan suka marah, bersikap lebih sabar & arif dalam menghadapi persoalan keluarga.

Sebenarnya masih banyak sekali macam penyakit yang dikonsultasikan di Bengkel Hati TPI oleh para jamaah. Yang terpenting bagi kita adalah introspeksi diri atas segala perbuatan dan tingkah laku kita sehari-hari.

Rasulullah Muhammad SAW. bersabda :
"Mohonlah kepada Allah kesehatan (keselamatan). Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan (keselamatan)"
(HR. Ibnu Majah)


INTI DARI BENGKEL HATI

(Insyaallah.., jika kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sungguh.., hidup akan terasa lebih tenang, bahagia dan penuh rasa syukur.. sehingga akan menjauhkan dari berbagai macam keluhan penyakit..)
  • Menjaga sholat fardhu (wajib) : jangan sampai ditinggalkan, ditambah dengan mengerjakan sholat Tahajud.
  • Belajar mengendalikan emosi : jangan suka marah-marah, jangan memendam perasaan jengkel & dongkol di dalam hati, jangan memendam amarah & kebencian pada seseorang.
  • Selalu berpikir positif dan berprasangka baik : menjauhkan diri dari pikiran negatif dan buruk sangka.
  • Berjiwa besar : berjiwa besar untuk bisa memaafkan kesalahan orang lain dan melupakan / menghilangkan perasaan dendam.
  • Bersedia mengakui kesalahan, mau memperbaiki akhlak, mau merubah sikap menjadi lebih baik : belajar bersikap lebih sabar dalam menghadapi masalah, menjaga lisan, menghargai orang lain, bersikap santun, tidak menyakiti orang lain, bersikap jujur dalam kata & perbuatan, menghapus / menghilangkan semua kejengkelan & kedongkolan di dalam hati.
  • Bersikap ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup ini : selalu bersyukur atas karunia, rahmat dan nikmat dari Allah SWT., terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.